Halaman

links

Ini Video Gw yang pertama yeah....

Posted by YAZID RIDLA the inspirational leader On Kamis, Januari 12, 2012



atau ini Linknya...:
http://www.youtube.com/watch?v=d7tNrj9PodQ&feature=youtu.be

melihat sisi lain sebuah idealisme kami PPSDMS

Posted by YAZID RIDLA the inspirational leader On Senin, Januari 09, 2012

Bismillahirrahmaanirahiim...
Ditengah pembinaan yang diberikan oleh PPSMDS saya berfikir mengenai idealisme PPSDMS yang menjadi salah satu dasar gerakan. Sebenarnya idealisme ini apa..? sebuah metode kah? Nilai kah? Atau sesuatu hal yang lain.?. Kemudian hasil lamunan tadi berlanjut ketika membaca kembali redaksi idealisme. Awalnya reaksi yang muncul adalah kekaguman dan, wow subhanallah bgt kalau ini beneran terjadi. Namun disuatu hari tiba-tiba muncul sebuah pmikiran yang kontras mengenai bagaimana kita menjalankan salah satu kalimat yang terdapat dalam idealisme yakni “mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami”. Sempat termenung beberapa saat dan muncul sebuah pertanyaan. Bagaimana cara mengaplikasikannya..? terbesit beberapa solusi yakni berolahraga, meminum suplemen, pil, menjaga keseimbangan aktifitas harian, menjaga asupan gizi, hingga menambah waktu tidur yang berkualitas. Wah... solusi terakhir memunculkan suatu yang kontras namun benar. Kita tidak bisa menyalahkan orang yang ingin menghilangkan rasa kantuk dengan cara tidur yang baik dan cukup karena setelah tertidur kemudian bangun rasa kantuk itu hilang.

Lamunan sayapun berlanjut. Teringat kembali akan suatu perbincangan dalam program sharing alumni yang diselenggarakan pada saat entah PKN1 atau Latgab pertama. Saat itu alumni regional satu berbicara mengenai bagaimana kita menyikapi idelaisme. Dia bercerita. Saat masih menjadi mahasiswa dia selalu berfikir bahwa Abu Rizal Bakri itu bersalah.dalam benaknya tertulis dengan tinta permanen segala kejahatan yang dilakukan oleh ical. Dalam beberapa demonya (atau kritiknya) dia selalu mengkritik pedas Ical. Namun dikehidupan pasca kampusnya dia dihadapkan oleh suatu kondisi dimana pekerjaannya mengharuskan atau memaksa dia untuk mengoreksi setiap pandangannya tentang ical (sebenarnya yang dia katakan bukan mengoreksi tapi lebih dari itu, kalimat ini saya gunakan utnuk menmperhalus maksudnya saja). Dan diakhir program dia mengatakan bahwa idealisme itu bisa muncul karena lingkungan. Pemikiran yang homogen akan menghasilkan idealisme yang tidak dapat diaplikasikan di pemikiran yang lainnya. Suatu idealisme perlu dipertahankan bagaimanapun kondisinya. Jadi kita perlu mengetahui bagaimana metode untuk menjalankan idealisme tersebut.

Berangkat dari lamunan itu akhirnya saya membaca kembali bait demi bait idealisme kami PPSDMS. Kemudian mencari metode yang kontras dari tiap-tiap isinya. Serta melihat kemungkinan alur berfikir idealisme ini.

1. Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Jadi, kita lebih mencintai bagsa ini dengan segala komponen penyusunnya daripada diri sendiri. Itu semangat yang saya tangkap. Setelah itu yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara seseorang untuk menyikapi suatu hal, bagaimana cara menyampaikan pesan ini kepada orang lain. Jika cara seseorang mencintai adalah dengan diam agar tidak menjadi bagian dari masalah maka menjadi orang yang apatis, nurut2 aja apa kata pemerintah, ga usah berkoar-koar mengenai politik, perubahan, dsb itu juga mengandung semangat idealisme diatas. Ada banyak pilihan kita untuk menunjukkan rasa cinta.

2. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar.

Nah kalau dikalimat ini ada kata JIKA DIPERLUKAN yang bergantung pada cara berfikir seseorang, kelompok, hukum tertulis, atau norma. Bergantung pada pilihan seseorang mau menggunakan kerangka yang mana. Setiap pilihan mengandung semangat ini dan tidak ada metode yang baku untuk menerapkannya.

3. Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Owh ternyata yang menyebabkan poin satu dan dua muncul adalah cinta yang mengharu biru, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata, dan mencabut rasa ingin tidur. Terlihat bahwa konsep yang berlaku disini adalah cinta yang telah mengambil alih fungsi manusia bukan manusia yang mengontrol rasa cinta. Ini adalah suatu bentuk rasa cinta yang berlebihan. Bentuk dari rasa cinta ini adalah dengan menangisi segala sesuatunya dan juga membenci rasa kantuk. Jadi bisa saja seseorang menangis karena sedih telah megatahui begitu besarnya masalah bangsa, menangis bahagia karena telah mengetahui ada banyak solusi yang bisa dilakukan, menagis super bahagia karena telah mengetahui bahwa Indonesia bisa berubah menjadi lebih baik jika solusi tersebut dilaksanakan. Setelah menangis tersedu-sedu muncullah rasa kantuk. Orang tersebut ingin menghilangkan rasa kantuknya dengan tidur 6-8 jam. Setelah terbangun rasa kantuknya telah hilang namun matanya masih sembab. Kemudian dia menyadari bahwa dia belum melakukan sesuatu untuk mewujudkan dan merealisasikan solusi yang telah dipikirkannya. Akhirnya dia menangis kembali mengutuki dirinya yang tidak segera menjalankan satu solusi kecil. Ratapannya sangat lama hingga akhirnya dia berdiri dan sambil menangis mencoba berbuat sesuatu. Namun karena tangisan fokusnya hilang. Kerjaannya tidak optimal. Dan akhirnya menangis lagi, mengantuk lagi, tidur 6-8 jam lagi, hingga air mata terperas habis dan dia menjadi buta, dan bla bla bla, kemudian bla bla bla, akhirnya bla bla bla sehingga dia menjadi bla bla bla.

Baru tiga poin..., lucu...? kesel..? hehe...? bisa aja..?
Mau dilanjutkan..?








4. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini, sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.


Okeh gampangnya kita berat hatilah untuk menyaksikan bencana bangsa, parahnya kondisi bangsa, amburadulnya pemerintahan, tingginya kemiskinan, dan yang lebih lagi adalah di poin ke empat ini KITA DIDEFINISIKAN SEBAGAI ORANG YANG MENYERAH PADA KEHINAAN DAN PASRAH OLEH KEPUTUSASAAN. Kita adalah orang hina. Kita adalah orang yang putus asa. Ga punya harapan. Ga punya cita-cita. SAMPAH..!!!. well atinya kita tidak mempunyai poin ketiga sehingga poin pertama dan poin keduapun tidak kita lakukan ya toh..

5. Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci; bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu.

Owh setelah dibaca-baca ternyata ini hanya berakhir pada dunia KEINGINAN ternyata kawan-kawan. Ingin, ingin, dan ingin. Jika kamu memiliki keinginan maka kamu telah menjalani poin kelima ini. Keinginan bukanlah kebutuhan. Jika kebutuhan harus diperjuangkan untuk digapai maka keinginan tidak harus dilakukan, tidak harus digapai, dan tidak harus diperjuangkan. Ya gak..

6. Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia; tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.
7. Yang kami harap adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.


Hah.... capek. Yaudah poin ke enam dan ketujuh ini digabung aja dah. Ternyata kita hanya berharap apa yang telah dilakukan (menangis, tertidur, nyampah, berat hati, putus asa, dll) semogaaaa aja ya bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik, dan semoga Allah melihat ini sebagai sebuah ibadah yang diberikan ganjaran kebaikan.
So... udahan deh parodinya haha
Thx n
Wassalam

Happy Islamic New Year

Posted by YAZID RIDLA the inspirational leader On Jumat, November 25, 2011

Happy Islamic New Year 1433 H

Bismillah
Subhanallah, ternyata dakwah islam masih sustain hingga 1433 tahun sejak fase hijrah Nabi Muhammad SAW. Inilah salah satu janji Allah SWT untuk mempertahankan Agamanya di bumi ini melalui para prajurit pilihannya yaitu para Ulama dan para Da'i.

empat belas abad Islam bertahan di dunia ini dengan segala dinamikanya. tantangan, ujian, hinaan, dan peperangan menjadi asam garam kehidupan untuk menempa semangat juang para Ulama. Islam yang seharusnya menjadi agama yang rahmatan lil alamin saat ini menghadapi tembok yang sangat tinggi untuk dilompati. tembok yang sangat tinggi, besar, licin, beracun, dan penuh dengan jebakan. ternyata beban itu terasa lebih berat lagi dengan pakaian yang compang camping serta bertambah berat seiring derasnya hujan yang menerpa. Islam yang super power inipun dibuat kewalahan. secara logika empiris sudah pasti Islam tidak akan mampu melewati dinding menuju kejayaan.

Dinding besar horor yang dihadapi adalah kebathilan yang menguasai sebagian besar permukaan bumi ini. dinding licin karena media yang dikuasai oleh konspirator kuffar. racun2 liberalisme, matrealisme, yang menyuguhkan kemewahan, menanamkan penyakit hubbud dunya, menghancurkan kezuhudan, hingga menghancurkan warna indah pakaian islam.

pakaian islam itu sendiri adalah para pemeluknya. citra islam muncul dari perilaku ummatnya. saat ini, pakaian itu telah compang camping tercabik oleh nafsu opini dan korosi racun liberalisme. jalinan benang yang mengendur menyebabkan timbulnya lubang disana sini. islam yang seharusnya dapat menjadi solusi bagi seluruh alam pun masih tersandung pada penetapan waktu awal ramadhan dan idul fitri. jika dalam hal waktu saja islam tidak bisa bersatu apakah kalender hijriyah dapat digunakan sebagai penaggalan Internasional.

miris memang melihatnya, terkesan tidak ada harapan lagi bagi Islam untuk melompati tembok ujian kejayaan ini. namun ada satu hal yang tidak dapat dijangkau oleh nalat yaitu tubuh islam yang terbungkus oleh pakaian compang camping tersebut. dia adalah sesuatu yang solid, cerah, dan diberkati oleh janji pasti Allah SWT tentang kemenangannya. kesolidan Islam terletak pada keimanan dan keislaman yang fakih. kecerahannya adalah kecintaannya pada kedamaian dan persatuan serta keberagaman yang berada dalam batas toleransi.

jadi, sebenarnya tantangan sebenarnya bagi kita selaku umat islam adalah menjadi benang2 yang kokoh dan cerah. saling menjalin dengan erat, bersatu membentuk design Islam Super Power hingga tembok besar dihadapan hanya menjadi permainan lompat tali. Jadilah muslim yang kaffah dan bersatulah karena perbedaan warna itu bukan lah perbedaan yang hakiki.

Gw sangat mau bersyukur

Posted by YAZID RIDLA the inspirational leader On Minggu, November 13, 2011

Bersyukur dalam kerangka definisi merupakan suatu hal yang mudah untuk diketahui, dipahami, dan dihafal. namun nyatanya dalam praktek sehari-hari rupanya syukur adalah tindakan yang frekuensinya fluktuatif. terkadang naik hingga menimbulkan semangat beriman dan berislam yang sangat tinggi dan disaat yang lain turun hingga batas yang tidak dapat diprediksi. Semuanya bergantung pada apa yang kita lakukan dan kita coba lakukan, suasana hati, pengondisian diri, dan pengondisian lingkungan yang kita bawa.

pagi ini, entah kenapa gw lagi pengen ngeliat koleksi foto-foto yang *sedikit narsis hehe* gw dapet dari hasil interaksi dan beraktifitas di banyak tempat. foto-fotonya gw kumpulin berdasarkan aktifitas di organisasi atau instansi yang gw ikutin.

gw buka folder yang khusus isinya foto narsis. haha muncul sedikit rasa bangga yang membangkitkan rasa pd gw kembali. tapi kok banyakan di gunung ya...



gw buka folder antara gw n gamais yang wow.. ternyata isinya paling banyak dan gw sering bgt foto bareng bendera gamais, beuh....



gw waktu masih di SMART.... wow gw kecil juga dulu ya..



apalagi pas perpisahan yang sangat membahagiakan sat itu...



terus gw liat folder gw n anak2 OSE09 yang terkadang @L4Y, Serius, Ngashal, n banyak mainnya





sama anak2 PPSDMS.... haha seru n sedih bersama, nonton bareng pertandingan Indonesia sebagai agenda negara, nonton MU yang rame apalagi kalau lawan Chelsea sama Liverpool dah, tapi kalau udah serius bisa sampai perang urat saraf dah....





and finally... gw liat foto bareng satu keluarga



dan gw baca komentar dari umi gw: "semoga selalu rukun ya"
awalnya gw menganggap biasa aja, dalam hati gw ucapain aamiin tanpa menghayatinya.

lalu, gw terdiam sejenak....

gw berfikir, hey sekarang emang kita semua rukun, keluarga yang sudah terbentuk bertahun2 yang aman, damai, dan kompak.

namun gw terfikirkan skenario yang buruk... bagaimanakah jika gw ternyata seorang yang berperang sebagai antagonis di keluarga ini nanti... akankah kerukunan ini akan terus berlanjut..?

akhirya gw terpikir lagi dengan foto2 yang udah gw liat sepanjang pagi ini...

terbesi rasa nikmat dalam hati gw, Subhanallah gw merasa Allah SWt banyak memberi gw nikmat yang sangat luar biasa. nikmat berteman dengan sahabat2 perjuangan yang semangat mencari ilmu dan beramal, teman2 ceria dan menenangkan, keluarga yang rukun.... dan sebagian besar dari mereka menghiasi kehidupan gw dengan senyuman.. gw ga bisa bayangin gimana ya perasaan orang2yang ga bisa merasakan apa yang gw dapatkan... Wallahu 'alam, konklusinya gw sangat bersyukur dapat merasakan nikmat yang banyak ini dari Allah. gw yakin Allah sayang kepada hambanya. Terima Kasih ya Allah semoga engkau selalu menemani hamba dalam perjuangan, ujian, dan pendidikan yang engkau beri sebagai tanda cinta. semoga engkau memberi kekuatan dalam setiap ujian, semoga engkau memberi hikmah dan hidayah atas tiap nikmat yang hamba dapat. aamiin...